Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

Penyebab sakit kepala bagian belakang seringkali disebabkan karena efek sakit kepala pada bagian depan. Sakit kepala bagian belakang bisa menyerang siapa dan kapan saja, tidak tergantung pada faktor usia. Artikel berikut ini adalah sedikit wawasan tentang penyebab sakit kepala belakang.

Sakit kepala secara medis dikenal juga dengan sebutan cephalalgia yang diartikan sebagai rasa sakit di bagian kepala. Hal ini terjadi ketika nociceptor di kepala, yaitu neuron sensorik merespon rasa sakit. Dari reseptor ini akan terdapat rasa sakit di kepala yang diakibatkan dari rangsangan seperti ketegangan otot, stres, atau pembuluh darah yang melebar. Rasa sakit dirasakan ketika reseptor mengirim pesan ke sel-sel saraf di otak.

Rasa sakit yang dirasakan di kepala bisa terkumpul di satu sisi dan juga dapat menyebar ke depan atau belakang kepala. Seseorang yang mengalami sakit kepala merasa sangat sulit untuk menikmati kegiatan apapun.

Penyebab sakit kepala di bagian belakang

Sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadi sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Pada sakit kepala primer, sakit di kepala tidak disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya. Ketika suatu kondisi kesehatan menyebabkan sakit kepala, hal ini disebut sebagai sakit kepala sekunder.

Ketegangan
Sakit kepala bagian belakang dapat terjadi ketika otot-otot yang terletak pada leher, atau pundak terasa begitu kencang. Hal ini sering diyakini bahwa sakit kepala belakang kepala timbul karena stres. Fluktuasi kadar neurotransmiter bisa menjadi sebuah faktor penunjang untuk sakit kepala belakang tersebut. Pada sakit kepala bagian belakang, rasa sakit pertama kali dirasakan di bagian belakang kepala. Seseorang yang mengalaminya biasanya merasa tidak nyaman dan gerah. Penyebab ketegangan otot-otot tersebut adalah dari faktor kurang tidur atau istirahat, stres, kecemasan, sakit gigi, kelelahan, dan postur tubuh yang buruk adalah beberapa faktor penyebab ketegangan otot.

Sakit kepala cervicogenic
Sakit kepala cervicogenic adalah sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh masalah leher. Hal ini diklasifikasikan menjadi sakit kepala myogenic dan vertebrogenic. Sakit kepala myogenic terjadi ketika otot-otot leher menjadi tegang. Postur yang buruk, stres, atau kelainan pada tulang belakang leher bisa menjadi faktor penyebab sakit kepala bagian belakang. Sakit kepala vertebrogenic terjadi ketika sendi tulang belakang pada leher mengalami disfungsional. Sumsum tulang belakang terhubung ke tengkorak di persimpangan craniocervical. Kelainan persimpangan craniocervical juga bisa menyebabkan sakit kepala oksipital dan suboksipital, sakit yang berasal dari dasar tengkorak. Rasa sakit dapat menyebar ke arah bahu dan punggung. Rasa sakit mungkin berasal dari leher dan menyebar ke bagian belakang, samping dan atas kepala.

Sakit kepala sinus
Sinus adalah empat pasang ruang berisi udara yang terletak di dalam tengkorak. Selaput lendir yang melapisi rongga tersebut mengeluarkan lendir, sehingga membasahi bagian hidung. Infeksi atau peradangan sinus dapat menyebabkan sakit kepala. Peradangan sinus sphenoid yang terletak di dalam tengkorak dapat menimbulkan rasa sakit di belakang kepala.

Sakit kepala vaskular
Migrain mengacu pada sakit kepala vaskular berulang dan parah yang mungkin disertai mual dan muntah. Seseorang yang mengalami migrain juga mengalami peningkatan sensitivitas akan cahaya dan suara. Migrain biasanya sering untuk mempengaruhi wanita. Selama migrain, seseorang yang menderita cenderung merasakan sakit kepala sebelah. Kondisi ini jika semakin parah maka akan menyebar ke bagian kepala sebelah belakang.

Oksipital neuralgia
Oksipital neuralgia mengacu pada suatu kondisi medis yang terjadi ketika saraf oksipital mengalami kerusakan. Bagian atas dan belakang kepala disuplai oleh saraf tersebut. Seseorang dapat mengalami sakit di belakang kepala jika saraf mengalami kerusakan atau meradang karena cedera leher, infeksi, tumor, osteoarthritis.

Arteritis temporal
Arteritis temporal mengacu pada peradangan pada arteri besar. Penyebab pasti kondisi ini tidak diketahui, namun diyakini dapat muncul karena respon imun. Orang-orang yang menderita infeksi berat atau mereka yang mengkonsumsi antibiotik dalam dosis besar dapat terkena masalah ini. Masalah penglihatan, sakit kepala, sakit pada satu sisi atau belakang kepala, nyeri otot, nyeri rahang, dsb adalah beberapa gejala arteritis temporal.

Jika anda menderita sakit kepala bagian belakang yang parah berkonsultasilah dengan dokter atau mungkin ahli saraf secepatnya. Dalam kasus yang jarang terjadi, sakit kepala bisa terjadi karena kondisi kesehatan yang sangat serius seperti tumor otak, stroke, meningitis atau ensefalitis. Ini adalah alasan mengapa dokter sering melakukan tes diagnostik untuk memastikan penyebab sakit kepala tersebut. Pengobatan akan bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika rasa sakit di belakang kepala disebabkan karena kurangnya tidur, ketegangan mata, atau stres, maka anda wajib mengubah pola gaya hidup untuk mengurangi frekuensi sakit kepala belakang kepala tersebut.

Bookmark and Share

, ,

Comments are closed.